Selasa, 22 Oktober 2013

Model Penilaian Kreativitas dalam Mengarang

            Karangan yang akan saya nilai dalam tugas ini merupakan karangan saya sebelumnya dalam analisi diri { disini }Sebenarnya saya kurang mengerti proses skoring dalam kreativitas mengarang. Saya mengharapkan adanya konfirmasi dan revisi dari dosen untuk memperbaiki kesalahan saya.

1.       Kelancaran
Jumlah kata yang saya gunakan dalam tulisan saya berjumlah 1.129 kata. Untuk poin pertama ini, saya memperoleh skor 5, karena karangan saya lebih dari 200 kata
2.       Kelenturan (fleksibilitas)
Fleksibilitas struktur kalimat dalam konten karangan saya:
·         Ragam bentuk kalimat :
Kalimat yang digunakan dalam karangan ini terdiri dari beberapa bentuk “Pada saat saya duduk di SD, saya sangat suka menggambar, terutama gambar-gambar manga (komik). (skor 1)
·         Keragaman dalam menggunakan kalimat :
o   Kalimat deklaratif : “Ayah saya berprofesi sebagai dosen, dan guru SLB. Ibu saya merupakan seorang konselor HIV/AIDS di Klinik Kartika Rumkit Kesdam Medan. (skor 1)
o   Kalimat Tunggal: Kami memanggilnya ‘Petong’. (skor 1)
o   Kalimat Langsung:  “Biarkan saja, namanya juga anak band” ucap ayah saya. (skor 1)
·         Keragaman dalam panjang kalimat : (skor 1)
o   Kalimat panjang (lebih dari 10 kata)
Saya suka mencoreti belakang buku saya, bahkan saya juga memanfaatkan jatah buku baru yang diberikan oleh orang tua saya, untuk saya jadikan sebuah buku komik. (25 kata)
o   Kalimat singkat (kurang dari 5 kata)
Kami memanggilnya ‘Petong’.
                Kelenturan dalam Konten atau Gagasan
·         Imajinasi: Saya cukup mampu mengembangkan topik karangan (skor 1)
·         Fantasi: Tidak ada pertimbangan dimensi fantasi pada karangan, sebab karangan ini berisikan fakta. Karangan ini merupakan analisis diri menggunakan teori. (skor 1)
3.       Keaslian (originalitas)
·         Orisinalitas dalam tema: Tema dan topik karangan cukup lazim digunakan (skor 0)
·         Orisinalitas dalam pemecahan atau akhir cerita: Karangan pasti akan menceritakan akhir yang berbeda-beda pada tiap orang, walaupun tema sama. Karena karangan dianalisis berdasarkan pandangan masing-masing (skor 1)
·         Humor: Tidak ada aspek yang menggelikan dalam karangan ini (skor 0)
·         Menggunakan kata atau nama baru untuk mengungkapkan suatu konsep. (skor 1)
Bahkan ibu saya menyebut saya ‘bertelor’
·         Orisinalitas dalam gaya penulisan. Sama seperti poin orisinalitas dalam pemecahan atau akhir cerita, tentu saja gaya penulisan dalam setiap karangan berbeda-beda. (skor 1)
4.       Kerincian (elaborasi, kekayaan): mampu menghias cerita agar tampak kaya.
·         Mengungkapkan ekspresi; hidup dan menarik. (skor 1)
·         Emosi; mampu mengungkapkan perasaan. (skor 1)
·         Empati; secara eksplisit mengungkapkan perasaan dalam penggambaran tokoh utama. Ini menjadi mudah, karena karangan ini memang menceritakan pengalaman pribadi. (skor 1)
·         Unsur pribadi. Saya melihat diri saya dalam kejadian untuk mengungkapkan pendapat dan pengalaman pribadi. (skor 1)
·         Percakapan: kalimat naratif langsung dengan menggunakan tanda kutip (skor 1)
saya ingat apa ucapan ayah saya: “Biarkan saja, namanya juga anak band”

Total Skor: 20


Daftar Pustaka
Munandar, Utami. 2009. Pengembangan Kreativitas Anak Berbakat. PT. Rineka Cipta.  Jakarta
http://letslearnlanguage.wordpress.com/2011/11/29/kalimat-interogatif-dalam-bahasa-indonesia/
http://lisnaindrageni-lisnaindrageni.blogspot.com/2013/05/jenis-jenis-kalimat.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar